Untuk Mengurangi Angka Pengangguran, Wali Kota Terus Jalankan Program Padat Karya

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Walikota Jayapura membuka dimulainya kegiatan perluasan kesempatan kerja dan pengurangan penggangguran di kota jayapura (pekerjaan padat karya perkotaan) tahap III tahun anggaran 2020 pada hari senin (9/11) di pantai hamadi. Program ini merupakan salah satu program yang berhasil bisa menurunkan angka pengangguran di kota jayapura menjadi 11% yang sebelumnya pada tahun 2015 angka pengangguran mencapai 15% program ini menjadi salah satu lapangan kerja.

Walikota jayapura Benhur Tomi Mano dalam wawancara kepada wartawan mengatakan program ini sudah dari lima tahun pertama dan dua tahun kedua ini menyiapkan lapangan kerja baru bagi para penganggur di kota jayapura yaitu yang tidak punya pekerjaan tetap agar mereka mempunyai pekerjaan tetap yang dilakukan dalam bentuk kelompok dan juga menurunkan angka pengangguran di kota jayapura.

“Tahun 2015 angka pengangguran di kota ini 15% bisa kita turunkan menjadi 11% di kota jayapura. Program ini kita menyiapkan lapangan kerja masyarakat kota jayapura dan ini dalam bentuk kelompok dan diberikan imbalan sesuai dengan aturan ketetapan oleh dinas ketenagakerjaan kota jayapura,” Tuturnya.

Walikota berharap kegiatan ini sudah dimulai hari ini maka para pekerja bisa bekerja dengan baik dan selain mengecat sebelumnya harus membersihkan terlebih dahulu area yang akan di cat agar lebih bersih dan indah dipandang oleh masyarakat kota jayapura.

“Saya harapkan dalam pembersihan ini mereka harus hati-hati dan juga bukan asal kerja kalau boleh juga mereka membersihkan apa yang akan mereka cat sebelum dicat supaya tetap indah dan dilihat oleh masyarakat kota jayapura selain itu juga pemerintah kota mendapatkan dana 10 miliar dari pemerintah pusat dan itu juga kita bagikan ke pengusaha pengusaha, hotel, mall rumah makan di kota jayapura dan dan hari kemarin ada batas akhir yang akan kita salurkan kepada seluruh pengusaha pengusaha maupun dunia usaha di kota jayapura” tuturnya.

Walikota juga menambahkan dalam masa pandemi pemkot jayapura tetap menjalankan tugas menjalankan tugas pemerintah yang sudah dicapai dan fokus dalam penanganan covid dan juga ekonomi di kota jayapura harus bisa kembali normal.

Sementara itu, kepala dinas ketenagakerjaan kota jayapura Djoni Naa menyampaikan “kelompok kerja yang kami dapatkan kali ini 650 orang pekerja, terdiri dari 65 kelompok dan 1 kelompok sebanyak 10orang. sudah terus dilakukan pada masa kepemimpinan walikota BTM, dan pada HUT kota jayapura pada bulan maret kemarin kita laksanakan dan pada bulan juni kemarin sesuai laporan saya tidak terlaksana. karena adanya pengikisan anggaran dan anggaran kami sebesar 780 juta kami alihkan ke bantuan sosial untuk yang terkena covid.” imbuhnya

Djoni Naa menjelaskan kegiatan padat karya ini mulai dilakukan selama 6 hari kerja yaitu tanggal 9 – 16 november 2020, 65 kelompok, 650 orang dan tersebar di 4 distrik yaitu distrik heram, distrik abepura, distrik jayapura utara dan distrik jayapura selatan. Anggaran untuk ini kegiatan sebesarRp 781.000,000 dan upah kerja yang dibayarkan Rp7.500.000 persatu kelompok 10 orang tersebut dan dijamin bpjs ketenagakerjaan.

Kadisnaker kota jayapura menjelaskan di tengah pandemi covid 19 kegiatan padat karya ini sangat membantu bagi masyarakat di kota jayapura. kegiatan ini seperti laporan kadisnaker kota jayapura seharusnya ada di bulan agustus namun karena adanya pengikisan anggaran untuk membantu covid dan sosial dan lainnya maka dialihkan pada bulan nonvember dan kegiatan pada bulan maret hanya 500 orang hanya 5 kelompok dan pada bulan november ini setelah direvisi maka dinaikan menjadi lebih banyak 600 orang. (stella)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,829PengikutMengikuti
17,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles