Virus Corona Berdampak Pada Ekspor Impor Papua

0
226

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Selain membahas perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit di Papua selama tahun 2019, dan dampak penurunan sektor pertambangan terhadap stabilisasi sistem keuangan, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua juga membahas dampak Virus Corona terhadap pelaksanaan ekspor dan impor Papua di atas Kapal Wisata Youtefa bersama stakeholder, Rabu (12/2/2020).

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga mengatakan, pada tahun 2019, total ekspor Papua mengalami penurunan -67,5 persen menjadi 1,28 miliar dolar Amerika, dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 3,94 miliar dolar Amerika.

Proporsi ekspor ke China (Tiongkok) selama tahun 2017 hingga 2019 mengalami tren peningkatan sebesar 18,4 persen menjadi 43,2 persen. Tahun 2019, nilai ekspor Papua sebesar 552,7 juta dolar Amerika.

“94,64 persen total ekspor ke Tiongkok adalah biji tembaga,  jadi negara ini salah satu penyumbang devisa bagi Papua dan Indonesia pada umumnya,” ujar Naek.

Dia menyebutkan, apabila diberlakukan pemberhentian ekspor ke Tiongkok, maka akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian di Papua.

Sementara dari sisi impor, kata Naek, komoditas yang terindikasi merupakan barang impor dari Tiongkok adalah bawang putih. Harga bawang putih yang semula pada Desember 2019 pada kisaran Rp35-52 ribu per kilogram, kini berada pada kisaran Rp45-60 ribu per kilogram.

“Jika diberlakukan pemberhentian impor bawang putih, akan mempengaruhi harga bawang putih di Jayapura, karena bawang putih yang diperoleh dari Surabaya, Jawa Timur berasal dari Tiongkok,” kata Naek. (Ananda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here