Wakapolda Papua Beri Arahan Kepada Peserta Rakernis Fungsi Teknis Reskrim

0
41

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Bertempat di Aula Rastra Samara Mapolda Papua, Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.IK., M.Si, memberikan arahan kepada peserta rakernis fungsi teknis Reskrim Polda Papua, Jumat (09/04).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Pol Kolestra Siboro, S.H, Wadir Reskrimum Polda Papua AKBP Agustinus Ary Purwanto,S.IK, Para Kasat dan anggota Reskrim Polres jajaran.

Dalam arahannya Wakapolda mengatakan hari ini saya ingin berbagi struktur berpikir kepada rekan-rekan agar dapat memaknai dalam bekerja terutama pada fungsi teknis Reskrim. Esensi besarnya adalah menjaga kestabilan di wilayah kita yang dipengaruhi dengan dinamika global serta dinamika nasional.

“Kita menggunakan Menejemen Operasional Kepolisian, contohnya dulu Promoter dan sekarang Presisi dengan instrumental input yaitu UU No 2/2002, Otsus (21/2001), Inpres 9/2021 dan environment input yaitu Strukturasi, Soft Aproach, Comunity Deveplomen dan Binmas Noken,” ujar Wakapolda Papua.

Wakapolda juga menyampaikan dalam Strukturasi, ada tiga konsep didalamnya yaitu konsep Agen, Struktur dan Dualitas. Dimana Agen adalah seseorang yang diam dan ketika anda melakukan dinamika atau bergerak anda disebut agensi.

“Struktur adalah seperti kegiatan kita pagi ini, seperti lingkaran Reskrim dan lingkaran keluarga, struktur dapat dibangun dan memerintahkan agensi. Agen dan struktur tidak akan bisa tanpa ada dualitas, dualitas adalah hubungan antara agen dan agen, agen dan struktur serta struktur dan struktur,” ucap Wakapolda.

Pierre Bourdieu menyampaikan operasonalisasi struktur ada 3 yaitu Arena, Habitus dan Modal/Kapitalis. Arena disini adalah tempat dimana membangun komunikasi. Habitus dalam bahasa sederhana artinya kebiasaan, kebiasan kita masing masing kita berbeda dan kita harus paham habitus orang lain agar dapat membangun komunikasi dan memahami karakter orang.

Modal/kapital terbagi menjadi 4 yaitu, Kapital Ekonomi adalah kepemilikan sarana produksi dan atau sarana finansial, Kapital Budaya adalah kepemilikan ijazah, pengetahuan, kode budaya, cara berbicara, kemampuan menulis, cara pembawaan, cara bergaul yang berperan dalam penentuan kedudukan sosial, Kapital sosial adalah kemampuan bekerja sama yang melahirkan kepercayaan. Kapital ini tumbuh di berbagai dimensi sosial organisasi, intitusi, keluarga serta Kapital simbol adalah berupa jabatan berbagai kebutuhan tersier, gelar, status tinggi atau nama besar keluarga.

“Dari beberapa hal yang telah disampaikan, rekan-rekan dapat memahami serta menjadi agensi yang kuat dan handal di arenanya sendiri. Usai memberikan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari para Kasat Reskrim Polres jajaran,” pungkas Pierre Bourdieu. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here