JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki melaksanakan pertemuan bersama Walikota Jayapura dan para Tokoh Masyarakat dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kompleks Asrama Nayak Abepura di kediaman Walikota Jayapura, Minggu (1/09/2019).

Pertemuan dihadiri oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki, Kabinda Provinsi Papua, Walikota Jayapura, Bupati Jayawijaya, Kapolres Jayapura Kota, Dandim 1701 Jayapura dan para Tokoh Masyarakat.

Dalam kesempatannya, perwakilan Tokoh Masyarakat Sorong Raya menilai demo kemarin sangat anarkis karena sudah melakukan pengrusakan barang-barang masyarakat. Dirinya juga meminta agar pihak keamanan harus memberantas minuman keras yang ada di sudut Kota Jayapura.

Sementara itu Bupati Jayawijaya meminta agar masyarakat dapat menahan diri dan bersabar dan jangan terpancing dengan situasi ini.

“Kami meminta agar Polda Papua dapat memberikan keamanan kepada anak-anak yang berada di Asrama ini,” kata John Richard Banua.

Wakapolda Papua yang hadir mengatakan, pada demo pertama pihaknya sudah mengantisipasi semua kegiatan di lapangan, pada demo kedua juga sudah menyampaikan bahwa Gubernur tidak berada di tempat namun massa tetap melakukan aksi dan melakukan tindakan anarkis. Polda Papua sudah mengamankan 28 orang yang terlibat dalam aksi anarkis di demo anarkis kemarin.

“Kapolda telah mengeluarkan maklumat terkait larangan membawa senjata tajam dan kami akan melaksanakan Razia bagi masyarakat yang membawa senjata tajam. Kami Kepolisian Netral untuk menjamin keamanan masyarakat, untuk itu kami meminta agar masyarakat tidak saling menyerang satu sama lain,” kata Wakapolda.

Kapolres Jayapura Kota mengatakan, jangan memberikan ruang kepada pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kekacauan di Kota Jayapura, saat ini Polda Papua sudah menetapkan 28 tersangka terkait demo anarkis dan Polres Jayapura Kota menahan 4 orang. Hari ini semua pasukan sudah ditempatkan di titik untuk memberikan pengamanan kepada masyarakat agar tidak ada saling serang, tidak ada lagi yang melakukan pemalangan jalan.

“Mari kita saling bergandengan tangan, tugas kita sama untuk menjaga dan tidak saling mencurigai serta jangan mudah percaya oleh isu isu yang tidak benar,” tutur AKBP Gustav Urbinas.

Sementara itu, Walikota Jayapura mengaku turut prihatin dengan kejadian yang terjadi di Kota Jayapura, pemerintah tidak tutup mata dengan peristiwa yang terjadi di Kota Jayapura dan sudah melakukan pertemuan dengan tokoh tokoh untuk meredam masalah ini.

“Saat ini pemerintah Kota sudah mendata dari batas Kota hingga pusat Kota yang dihancurkan oleh para pendemo, saya akan membuat surat ke Menteri Sosial, Menteri Koperasi untuk mengganti kerugian, harus ada imbalan untuk para korban. Kita akan membuat acara perdamaian di Kantor Walikota dengan semua paguyuban dan para tokoh. Saya mengutuk keras aksi demo yang ke-2 yang dilakukan dengan brutal dan anarkis. Saya tidak mau terjadi lagi peristiwa ini di Kota ini dan saya mau Kota ini aman dan damai,” pungkas Walikota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.(REDAKSI/ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here