JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengeluarkan larangan menyalakan petasan atau kembang api yang mengeluarkan bunyi serta menjual minuman keras (miras) menjelang Natal dan Tahun Baru 2020.

Larangan menyalakan petasan dikeluarkan BTM sapaan Wali Kota Jayapura berlaku pada pada tanggal 24 sampai 26 Desember serta malam tahun baru 31 Desember. Intruksi ini berlaku pukul 06.00 WIT sampai dengan pukul 22.00 WIT.

Sementara larangan menjual minuman keras berlaku dari tanggal 23 Desember sampai 5 Januari 2020. “Saya minta Kapolres, Dandim kapolsek, Danramil,  babinsa, Babinkamtibmas harus mendukung instruksi ini,”  kata Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano.

Menurutnya, instruksi pelarangan ini bertujuan agar umat kristen di Kota  Jayapura bisa melaksanakan ibadah Natal dengan baik dengan damai. Pihaknya akan bekerjasama dengan pihak terkait untuk menjalankan intruksi ini.

Soal penjualan miras, BTM menyatakan akan memberikan sanksi keras kepada para pelanggar dengan pencabutan ijin penjualan.  “Kalau ada toko yang menjual miras pada tanggal tersebut, kami kan mencabut ijinnya. Jangan sampai ada yang bermain antara pejabat Pemkot dengan para penjual, maka akan berikan sanksi yang berat,”katanya. BTM mengajak warga Kota Jayapura agar bisa menjaga kota ini tetap aman, damai dan kondusif serta menjadikan rumah bersama semua ras, suku, agama dan golongan yang ada di kota ini. “Saya mengajak masyarakat semua mari kita bersama menjaga agar kota ini menjadi kota yang aman, damai dan kondusif,” ajaknya.  (Stella)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here