JAYAPURA,REPORTASEPAPUA.COM – Pasca Kebakaran Menghanguskan asrama Gereja Reformasi Merauke yang terletak di jalan Yoka, Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Wali Kota tanggap dengan meninjau lokasi kejadian bersama sejumlah pimpinan OPD terkait guna memberikan petolongan sesuai prosedur penanganan bencana.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak gereja, yang telah menggunakan gedung gereja ini, sebagai tempat penampungan sementara untuk bapak ibu yang jadi korban kebakaran,” kata Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano MM, saat meinjau lokasi kebakaran dan bertemu pengungsi warga korban kebakaran, di gedung gereja reformasi Merauke, kamis 24 Januari 2019.

Wali kota mengatakan bencana ini bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, seluruh warga harus kuat dan banyak berdoa minta pertolongan Tuhan.

“Bencana ini bisa datang kapan saja, banjir, longsor, dan kebakaran, tapi Tuhan tidak merecencanakan keburukan bagi umatnya,untuk itu bapak ibu harus kuat, berdoa untuk pertolong Tuhan,” katanya saat bertemu warga korban kebakaran.

Untuk penanganan korban kebakaran, Tim penanggulangan bencana dari dinas Sosial, BPBD , dinas Pendidikan, dinas Kesehatan Kota Jayapura akan menangani sesuai prosesdur pelayanannya.

“Tim penanggulangan bencana akan melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur penanganan bencana kebakaran tersebut,” jelas Orang Nomor satu di Kota Jayapura ini.

Dirinya menghimbau jika ada anak sekolah yang surat akte lahir, ijasah hilang atau terbakar, bisa dilaporkan ke dinas pendidikan.

“Untuk itu saya minta pak lurah RT/RW setempat untuk melakukan berapa jumlah korban, bapak, ibu dan anak anak SD, SMP dan juga mahasiswa,”harapnya.

Agar bantuan yang diberikan pemerintah Kota Jayapura tepat sasaran dan bermanfaat, Wali Kota memintah kepada warganya yang didata adalah warga yang berada di lokasi kebakaran, tidak dari luar.

“Supaya bantuan ini betul betul tertuju kepada para korban,”tambahnya.

Wali Kota berpesan, agar bencana ini tidak disalahkan kepada satu dengan yang lain, kejadian ini mungkin karena kita lalai,untuk mengetahun penyebab terjadinya kebakaran kita serahkan kepada petugas kepolisian.

“Penyebab kebkaaran kita tidak boleh saling menyalahkan satu dengan yang lain, nanti aparat yang bertugas untuk mengetahui penyebab kebakaran,”tutupnya.

Dari pantauan dilapangan Tim Tanggap bencana telah mendirikan Tenda Pengungsi korban bencana kebakaran yang akan menampung 90 jiwa baik dewasa dan anak-anak. Selain itu, Dinas Kesehatan telah melakukan pelayanan kesehatan melalui tim medis dari puskesmas Yoka.(redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here