JAYAPURA, Reportasepapua.com – Youth Leadership Forum dengan melibatkan 100 peserta dari kalangan pelajar SMP dan SMA digelar selama tiga hari di Papua. Tiga aspek yaitu logika, etika, dan estetika akan ditanamkan kepada para peserta oleh tiga akademisi dari berbagai kampus ternama di Indonesia.

Forum yang digelar sejak Jumat 7 Februari sampai Minggu 9 Februari 2020, di Sentani Purnama Resto, Kota Jayapura, itu resmi dilaunching oleh Pendirinya yang Merupakan Anggota DPR RI dari PDIP, Komarudin Watubun.

Selain itu, peserta juga didorong untuk mampu mengambil kebijakan, menentukan kesepakatan, serta memiliki kemampuan analisis dengan mengedepankan informasi berupa data dan fakta. Forum ini digagas oleh Yayasan Lima Sila, sebuah lembaga nirlaba yang berkantor di Jakarta.

Wakil Menteri PU PR Jhon Wempi Wetipo yang hadir secara langsung saat launching Yayasan Lima Sila Mengatakan memberikan Apresiasi kepada Pendiri Yayasan karena berani membuat gebrakan, yang memang sangat dibutuhkan generasi Muda papua saat in.

“Saya apresiasi ini merupakan hal yang sangat baik bagi kemajuan anak anak muda kita di Papua,” tutur Wamen.

Wamen juga meminta agar tak hanya Anggota DPR RI saja namun semua yang ada di Papua harus memberikan Kontribusi bagi kemajuan anak anak muda di Papua.

Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembinan Yayasan Lima Sila, Komarrudin Watubun menjelaskan, pelatihan ini merupakan program pertama kali digelar pihaknya semenjak lahirnya yayasan tersebut, pada 20 April 2018.

“Papua sengaja dipilih sebagai titik awal pergerakan program Yayasan Lima Sila karena memang memiliki makna filosofis, yaitu awal mula matahari terbit menyinari Nusantara,” katanya.

Anggota DPR RI asal Papua yang telah 20 tahun malang melintang di dunia politik ini, melihat begitu peliknya permasalah yang dihadapi bangsa Indonesia selama ini. Dia merasakan pergeseran nilai gotong royong pada masyarakat di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perubahan sosial yang semakin kompleks ini, menurut Komarrudin, diakibatkan oleh merosotnya rasa peduli terhadap sesama. Ditambah lagi kepentingan berbagai hal yang bersifat politis, yang merusak moral masyarakat dan juga lingkungan sekitarnya.

“Dari (masalah) itulah muncul gagasan Yayasan Lima Sila yang mengajak generasi muda untuk mampu memimpin dirinya sendiri lewat berbagai kegiatan positif dengan konsep membangun kesadaran kolektif kawasan,” ujarnya.

Dia berharap, forum ini akan melahirkan para pemimpin muda yang akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik 150 tahun mendatang. Terlebih, peduli pada kelestarian alam. Ke depan, pelatihan juga akan digelar di Maluku, NTT, Ambon dan wilayah Indonesia bagian timur lainnya.

“Kalau alam rusak maka kehidupan juga akan rusak. Logikanya, jika anak kita bergaul dengan lingkungan pemabuk maka kecenderungan itu akan turun ke dia. Program ini akan berlanjut dan kita fokuskan di kawasan Indonesia Timur,” kata Komarrudin seraya menjelaskan 80 persen materi pelatihan akan difokuskan pada soft skill peserta, sementara 20 persen lagi diskusi.

Diketahui, Youth Leadership Forum adalah program untuk mendorong generasi muda yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan dengan harapan mencerdaskan calon-calon pemimpin abad 21. Instruktur dan fasilitator program melibatkan berbagai latar belakang kemampuan seperti ilmuwan, seniman, dan aktivist muda serta kalangan profesional.

Para peserta program didorong untuk mampu menciptakan solusi, inovasi dan antisipasi isu-isu sosial, ekonomi, dan lingkungan Negara RI dan kawasan sesuai amanat alinea 4 Pembukaan UUD 1945. (Redaksi Reportase)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here