Warga Mengeluh soal Mobil Damkar , Bupati Keerom : Kami Telah Mengusulkan, Tapi DPRD Coret

0
1429

KEEROM, REPORTASEPAPUA. COM – Adanya keluhan masyarakat bahwa Pemerintah daerah Kabupaten Keerom tidak memiliki kendaraan pemadam kebakaran (Damkar), padahal sangat diperlukan oleh masyarakat jika ada kejadian kebakaran seperti yang terjadi di Kampung Sanggaria Arso 1, Distrik Arso Barat, Kab Keerom, Kamis (16/4) pagi hari.

Ditanggapi oleh Bupati Keerom MUH Markum, SH.MH.MM, bahwa sejak Tahun 2018 lalu Pemerintah Daerah Kab Keerom telah mengusulkan  dan menganggarkan kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) kepada pihak Legislatif (DPRD) Keerom melalui Ketua DPRD Keerom Syahabuddin. Tetapi usulan tersebut tidak disetujui oleh mantan Ketua DPRD Kab Keerom priode 2015- 2019.

Selain kendaraan pemadam alat kebakaran (Damkar) yang diusulkan, beberapa perlengkapan alat berat juga diusulkan untuk mengantisifasi hal- hal yang terjadi. Akan tetapi tidak disetujui oleh Ketua DPRD Kab Keerom pada saat itu (dicoret).

Hal itu ditegaskan Bupati Keerom MUH Markum kepada wartawan saat ditemui usai menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Keerom, di Sekertariat Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid- 19 Kab Keerom, Kamis (16/4).

“Kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kab Keerom tapi telah rusak. Tetapi ditahun 2018 lalu kami kembali mengusulkan dan telah menganggarkan di DPRD Kab Keerom melalui Ketua DPRD Keerom pada saat itu tapi usulan itu tidak disetujui (dicoret). Padahal Damkar sangat sangat dibutuhkan oleh masyarakat Keerom,”bebernya.

Untuk itu di tahun 2020 ini Pemda Kab Keerom akan kembali mengajukan kendaraan kebakaran (Damkar) ke  DPRD Kab Keerom Tahun 2020 untuk kebutuhan masyarakat di Kab Keerom. “ mudah- mudahan tahun 2020 ini Damkar di Kab Keerom telah ada dan kami akan mengganggarkan kembali di APBD Perubahan Tahun 2020, kerana untuk mengadakan kendaraan pemadam kebakaran dibutuhkan anggaran yang sangat besar dan harus mendapat persetujuan oleh DPRD,”ungkap Markum.

Sementara itu Ketua DPRD Kab Keerom Bambang Mujiono, SE mengatakan , untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 DPRD Kab Keerom telah memasukkan dalam pembelian kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) lengkap. Tapi ditahun 2020 DPRD Kab Keerom telah menganggarkan pembelian Damkar diambilkan dari sumber dana Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun 2020.

“ Untuk pembelian Kendaraan mobil kebakaran (Damkar) Pemda Keerom telah dimasukkan, tapi dengan situasi saat ini adanya Covid- 19 seluruh dana DBH dan DAK masih dilakukan rekonsolidasi dengan Pemerintah Pusat, sehingga dana yang dimasukkan di perubahan dana fisk dirumah menjad non fisik dalam penanganan Covid- 19 berapa persen terserap.  Pada prinsifnya DPRD Kab Keerom telah menganggarkan Damkar untuk segerah dilakukan realokasi. Artinya tetap diamankan, kerana situasi Covid- 19 dituntuk untuk melakukan APBD Perubahan Tahun 2020 bersama Pemda Kab Keerom,”jelasnya. (Rhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here