JAYAPURA,REPORTASEPAPUA.COM – Pemerintah Kota Jayapura melalui Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM dan Wakil Wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru, MM menyambut investor asing asal Perancis yaitu EGIS Rail Pte Ltd. Perusahaan yang berkantor administrasi di Singapu bergerak di bidang infrastruktur dan sistem transportasi, diwakili oleh Direktur Perkeretaan Asia-Pasifik Oliver Rivalta dan Project Coordinator Ferdinand, menemui Wali Kota membahas proyek kereta gantung di Kota Jayapura.

“Kota Jayapura memiliki APBD tahun 2019 sebesar Rp 1,3 Triliun dan PAD di tahun 2018 sebesar Rp 189 Miliar, Pemerintah Kota Jayapura optimis menyelesaikan proyek kereta gantung ini pada 2022,” kata Wali Kota Jayapura pada peretemuan bersama EGIS Perancis di ruang rapatnya, Selasa 22 Januari 2019.

Pertumbuhan penduduk yang cukup massive di Kota Jayapura, juga arus urbanisasi dan transmigrasi yang tinggi membuat ibu kota Provinsi Papua ini semakin berbenah di bidang infrastrktur. Transportasi publik dinilai Wali Kota menjadi concern yang cukup esensial di tengah padatnya jumlah penduduk dan tingginya mobilisasi. Selain sebagai alat transportasi publik, upaya peningkatan sektor pariwisata juga menjadi aspek pentingnya kereta gantung yang sangat strategis. Panorama Kota Jayapura yang memiliki banyak potensi dengan cable car turut menjadi salah satu tourist attraction sekaligus mengembangkan UMKM setempat.

EGIS Perancis telah menangani proyek kereta gantung di sejumlah negara. “Recent flagship project atau proyek yang telah kami selesaikan seperti Light Rail Network Birmingham di Inggris, Riyadh Metro di Arab Saudi, Palembang LRT di Indonesia, Grand Paris Express di Perancis, Bangkok Pink Line Monorail di Thailand, Kenitra-Tangiers High-Speed Rail Link di Maroko dan Cable Car of Brest di Perancis,” Kata Project Coordinator EGIS Perancis Ferdinand.

“Kereta gantung ini akan melintasi Kota Jayapura yang dimulai dari titik di pemancar TVRI di kelurahan Bhayangkara sebagai stasiun utama dan akan berakhir di Polimak, dengan jarak 1,3 km. Saya minta untuk dilakukan studi kelayakan untuk tiang penyangga cable carcontour tanah yang kuat, pembebasan lahan, juga perhatikan agar kegiatan tidak mengganggu warga sekitar,” kata Wali Kota.

Direktur Perkeretaan Asia-Pasifik Oliver Rivalta mengatakan bahwa cable car ini adalah proyek yang sustainable, artinya dapat diextend jalur kereta gantungnya. “Total keseluruhan jalur cable car yang melintasi pusat Kota Jayapura adalah 8,5 km dengan ujung di pantai timur Kampung Kayu Batu di monumen salib, namun panjang jalur awal adalah 1,3 km dari stasiun utama di puncak TVRI Bhayangkara ke stasiun di Polimak,” katanya.

Oliver menambahkan jalur cable car tidak bisa sekaligus dibangun 8,5 km karena harus memiliki tumpuan yakni tiang penyangga. Tiang tersebut ditegaskan Wali Kota untuk diperdalam feasibility study agar tidak menimbulkan masalah nantinya. Tahap awal pembangunan adalah 1,3 km melintasi Kota Jayapura, lalu aspek lain adalah kebutuhan masyarakat karena jenis cable car memiliki kualifikasinya masing-masingKualifikasinya antara lain monocablebicable dan tricable yang masing-masing memiliki kapasitas mengangkut penumpang berbeda dengan kecepatan berbeda pula. Hal tersebut mempengaruhi biaya pengadaan cable car.

Investor berikut yang akan diundang Pemerintah Kota Jayapura adalah investor dari Tiongkok (China). Harapannya proyek transportasi publik yang menyasar selain infrastrktur juga ke sektor pariwisata ini, dapat rampung pada 2022.(redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here