Yanni : 67 Calon Bupati Sudah Mendaftar di Gerindra Papua

1
274

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Sejak beberapa hari lalu, DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Papua sudah mulai membuka pendaftaran untuk calon bupati dan wakil bupati di 11 kabupaten yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) periode 2020 – 2023.

Hal itu dikatakan, Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni, SH ketika ditemui awak media di ruang Fraksi Gerindra DPR Papua, Rabu (6/11/19)

Yanni menyatakan, jika dari 11 kabupaten hanya di Waropen dan Nabire yang Gerindra tidak memiliki sheat. Namun perlu diketahui bahwa Partai Gerindra adalah pemenang nomor urut dua ditingkat nasional. Artinya meskipun di dua kabupaten itu Gerindra tidak mendapat kursi, akan tetapi dukungan pihaknya tentunya sangat banyak di wilayah itu.

“Ini sesuatu yang sangat signifikan sekali. Selain itu di 11 kabupaten kita minus dua dan lainnya kita ada kursi. Dan yang sudah terdaftar sampai hari ini ada 67 orang calon yang telah mendaftar baik di DPC maupun yang telah mendaftar di DPD Gerindra Provinsi Papua, yang kantornya di Padang Bulan, Abepura,” ujar Yanni.

Adapun para calon bupati dan wakil bupati itu berasal dari kabupaten yang akan ikut Pilkada diantaranya, Supiori, Memberamo Raya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Merauke, Asmat dan Bovendigoel.

“Nanti di jadwalkan hari Kamis, Jumat dan Sabtu, masing-masing pasangan akan mempresentasikan visi misi mereka. Kita juga akan membentuk Panelis, ada dari Akademisi, dan juga ada pengurus-pengurus partai,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Srikandi Partai Gerindra Papua ini, jika para calon ini akan diberi kesempatan untuk mempersentasikan visi misi mereka. Dan bila didukung oleh Partai Gerindra, langkah apa yang akan mereka lakukan nantinya.

“Baik itu petahana maupun bagi calon-calon yang baru dan kemudian bagaimana komitmennya kepada partai kedepan. Sebetulnya yang paling utama bagi kami adalah dalam presentasi itu, sebab kami ingin menjaring calon-calon dari putra-putri terbaik Papua, yang nantinya memimpin di kabupaten-kabupaten itu,” ungkapnya.

Menurutnya, itulah salah satu alasannya, karena kemajuan dari kabupaten itu tentu sangat dominan dengan calon-calon yang mempunyai kepedulian dan kontribusi kepada daerah.

Terkait persyaratan para calon, Yanni menyatakan, jika sama dengan partai lain pada umumnya. Misalnya tidak sedang menghadapi masalah hukum, dan harus sehat jasmani.

Namun ketika disinggung soal Mahar, Yanni mengatakan, itu kebijakan masing-masing partai. Hanya saja, pihaknya juga tidak memungkiri hal itu, sebab partai dibangun dengan susah payah.

“Kalau soal mahar, itu kan masing-masing partai punya kebijakan. Ya walaupun tidak dipungkiri membangun partai itu kan tidak gampang. Kalaupun ada, saya pikir itu masing-masing partai punya kebijakan, kan lain-lain partai berbeda-beda,” terangnya.(TIARA)

1 KOMENTAR

  1. Saya secara pribadi ketua DPD Gerindra sangat tidak profesional knp tim yang kerja keras tapi ujung 2nya tidak perguna bagi Tim sukses jd mungkin sj ketua DPD provinsi TDK profesional dan merugikan kita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here