Yunus Wonda : Keputusan Lockdown Sudah Final, Kepala Bandara Harus Patuh

0
Wakil Ketua I DPR-Papua, Yunus Wonda.

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Ditengah pandemi Covid-19, Wakil Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, SH MH meminta Kepala Bandara Sentani mematuhi aturan pembatasan sosial terkait penerbangan dan pelabuhan yang telah diputuskan Pemprov Papua bersama para bupati dan wali kota.

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, keputusan Pemerintah Provinsi Papua dan seluruh kabupaten/kota adalah semua yang beroperasi di Provinsi Papua harus tunduk pada keputusan itu.

Untuk itu, pihaknya meminta kepala Angkasa Pura Bandara Sentani harus mengikuti apapun yang diputuskan oleh Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah kabupaten/kota.

“Jangan anda bikin statement-statement bahwa kita tunggu arahan dari pusat. Tidak ada itu, ini demi kepentingan keselamatan masyarakat, keselamatan rakyat dan keselamatan penduduk di atas tanah Papua ini,” kata Yunus Wonda,SH MH kepada Pasific Pos lewat via selulernya, Sabtu (28/3).

Bahkan tandas Yunus Wonda, kepala Angkasa Pura di Jayapura harus tunduk pada apa yang sudah diputuskan pemerintah provinsi Papua. Tidak perlu tunggu konfirmasi dari mana-mana, karena dasar hukumnya adalah keputusan pemerintah daerah provinsi Papua. Sehingga semua wajib tunduk pada itu, dan jangan lagi membuat statement-statement seakan-akan menunggu surat keputusan dari pusat.

“Sudah berhenti. Ini adalah keputusan untuk menyelamatkan penduduk di tanah Papua. Kita tidak bicara persoalan ekonomi, kita tidak bicara persoalan apa-apa tapi kita bicara persoalan kemanusiaan titik persoalan mati hidupnya orang. Jadi apapun yang diputuskan pemerintah provinsi Papua maka semua orang yang hidup di tanah Papua harus tunduk,” tegas Yunus Wonda.

Oleh karena itu, Legislator Papua ini pun kembali mengingatkan, jangan pernah coba-coba memberikan statement bahwa menunggu konfirmasi dari pusat. Tapi harus ikuti apa yang sudah diputuskan pemerintah provinsi Papua. Karena lebih bagus kita mencegah virus Corona ini jangan sampai setelah terjadi bencana semua orang baru bicara.

“Untuk itu saya tegaskan lagi sebagai wakil ketua DPR, Saya mau tegaskan kepada kepala bandara Sentani dan juga kepala Angkasa Pura, anda harus tunduk pada keputusan yang sudah dibuat pemerintah provinsi Papua,” tandasnya.

Sebab kata Wonda, yang dilarang adalah penerbangan penumpang tapi untuk kargo silahkan beroperasi seperti bisa.

Menurutnya, pembatasan ini adalah pembatasan sosial bukan lockdown. Karena jika lockdown banyak hal yang menjadi konsekuwensi dan banyak hal yang harus dipersiapkan.

“Ini hanya pembatasan sosial selama 14 hari. Rakyat Papua tidak akan mati dalam 14 hari tetapi mereka akan mati ketika virus itu masuk ke Papua,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini beliau juga menghimbau masyarakat Papua untuk mematuhi apa yang diminta pemerintah. Ketika pemerintah sudah melakukan pembatasan sosial masyarakat jangan terprovokasi. Masyarakat juga mesti belajar hidup disiplin tidak bisa hidup sembarang sembarang lagi.

“Himbauan saya ini kepada seluruh masyarakat Papua untuk sementara waktu kita hargai nyawa lebih penting dari semuanya. Untuk sementara waktu kita tidak perlu bicara bagaimana kalau saya begini atau bagaimana kalau saya begitu,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini yang dibicarakan adalah bagaimana kehidupan kita kedepan, jangan kita hancur hanya karena gara-gara penyakit yang mestinya bisa kita cegah.

Untuk itu sebagai wakil rakyat, ia pun  menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua yang ada di Tanah Papua untuk bisa mmenahan diri selama 14 hari, agar tidak melakukan aktivitas yang berskala besar, juga  tidak kumpul-kumpul lagi dalam jumlah yang banyak.

Yunus Wonda menambahkan, kita harus menghindari virus ini karena ini virus yang sangat mematikan dan belum ada obat yang bisa menghentikannya.

“Kalau tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya tinggal di rumah. Kita harus bersama-sama untuk bisa mencegah agar virus ini tidak lagi merajalela di Papua. Cukup 7 orang yang dinyatakan positif corona di Papua. jangan bertambah lagi,” tekannya. (tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here